Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Pinang
Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Pinang

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Pinang

Posted on

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Pinang – Secara garis besar tanaman pinang termasuk ke dalam kelompok tanaman monokotil yaitu dari famili palmaceae, henus areca, yang mana pinang merupakan salah satu tanaman berumah satu / monoceous adalah posisi antara bunga betina dengan bunga jantan terletak di dalam sebuah tandan lalu melakukan rangkaian penyerbukan silang. Hingga saat ini beluam pasti diketahui asal pertama tanaman ini dari mana ?  Kuat dugaan tanaman ini adalah merupakan tanaman asli dari Asia Selatan.

Penyebaran selanjutnya melalui wilayah Asia Selatan, Asia Tenggara serta beberapa pulau di Laut Pasifik yang mana yang menjadi spesies terbesar dari tanaman ini tumbuh dengan makmur di Semenanjung Malaya / Malaya Archipelago, Filipina, dan Kepulauan Hindia Timur (East Indies Island) dengan pola penyebaran spesies areca ini di Indonesia terfokus kepada daerah – daerah di Malaya, Kalimantan, dan Sulawesi yaitu dikembangkan sebanyak 24 spesies.

Baca Juga : Klasifikasi Tanaman Kiwi

Mengenal Klasifikasi Tanaman / Pohon Pinang  

Devisi : spermatophyte, sub divisi : angiospermae, kelas : monocotyledoneae, ordo : principles / palmales / arecales, family : palmae / arecaceae, sub family : arecoideae, genus : areca, species : areca carechy L.  dan memiliki jumlah kromosom diploid = 32.

Mengenal Morfologi Tanaman Pinang

1/Batang 

Batang Yang dimaksudkan dengan batang pinang adalah batang tanaman soliter / tumbuh secara individual yang memiliki batang lurus dan mampu mencapai ketinggian sekitar 20 s/d 30 meter berdiameter antara 25 s/d 30 cm yang mana batang – batang pinang bersangkutan mempunyai ruas nyata merupakan bekas daun / nodus yang terlihat jelas dengan jarak antara ruas yang satu dengan ruas selanjutnya yaitu antara 15 s/d 20 cm bergantung dari varietas masing – masing. Makin rapat jarak antar ruas batang yang bersangkutan maka akan semakin baik.

2/Daun

Tanaman pinang memiliki daun yang jumlahnya bervariasi antara 7 s/d 10 helai berbentuk menyirip bersifat majemuk dengan panjang antara 1 s/d 1,5 m dan menyimpan anak – anak daun / leaflet berjumlah antara 30 s/d 50 pinak daun.

3/Bunga

Tanaman / pohon pinang menyimpan bunga yang bersifat bunga sempurna atau bunga berumah satu yang artinya antara bunga jantan dengan bunga betina terletak dalam satu rangkaian proses bunga sempurna / inflorescence. Bunga betina terletak di bagian dasar dari tangkai rangkaian proses perbungaan / spikelet untuk bunga jantan yang terletak menyebar pada bagian luar sehingga ujung tangkai bunga termasuk ke dalamnya. Sedangkan ukuran bunga jantan memiliki jangkauan lebih kecil dibandingkan dengan bunga betina. Dalam hal ini bunga betina memiliki ukuran panjang rata – rata 13 s/d 20 cm yang hanya mempunyai indung telur atau ovary sebanyak 3 s/d 6 benang sari per bunga sedangkan bunga jantan atau bunga betina menyimpan 6 petal namun tidak mempunyai tangkai bunga yang memiliki warna putih susu.

4/Buah

Tanaman ini memiliki buah bersifat buah drupe / buah batu karena lapisan bagian dalamnya atau endocarp sangat liat dan tebal serta agak keras berwarna kuning kehijauan hingga oranye ketika masak. Pericarp bersabut dengan ketebalan antara 5 s/d 6 mm dengan biji berbentuk lonjong dan bulat / elip dan bagian dasar biji rata yang mana embrio terletak pada bagian dasar biji. Rangkaian proses pembungaan dimulai saat tanaman berumur sekitar 4 s/d 6 tahun mulai proses produksi buah hingga saat berumur 7 s/d 8 tahun yang mana puncaknya sampai berumur 10 s/d 15 tahun dan lanjut hingga umur 40 tahun untuk selanjutnya menjadi steril hingga tanaman mati.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman pinang, semoga bermanfaat bagi para pembaca.

Baca Juga : morfologi tanaman kopi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *